Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

#NulisGunung Sebagai Ruang Produksi Pengetahuan

Gunung selalu hadir sebagai lanskap yang memukau. Siluetnya mengisi cakrawala, punggungnya menahan awan, dan tubuhnya menyimpan mata air yang menghidupi sawah hingga kota. Namun dalam beberapa dekade terakhir, cara kita memandang gunung berubah drastis. Ia tak lagi sekadar ruang hidup, melainkan ruang produksi. Ia menjadi komoditas: tambang, proyek energi, destinasi wisata massal, atau sekadar latar foto yang dibagikan tanpa jejak refleksi. Di tengah arus pembangunan yang kerap eksploitatif, kerusakan ekologis gunung bukan lagi kemungkinan, melainkan kenyataan. Deforestasi, alih fungsi lahan, ekspansi pertambangan, dan beban wisata berlebih memperlihatkan satu hal: relasi kita dengan gunung kian menjauh dari etika, semakin dekat pada kepentingan ekonomi jangka pendek. Padahal dalam kosmologi Nusantara, gunung tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah pusat orientasi hidup. Dalam berbagai tradisi lokal, gunung dipandang sebagai ruang sakral, kebuyutan, sumber pengetahua...